Secara harfiah, syawal adalah salah satu bulan dalam kalender Islam. Adanya tradisi syawalan yang dilakukan secara rutin selama satu minggu setelah Shalat Idul Fitri dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Jawa. Biasanya ada juga sebutan lebaran Ketupat, untuk perayaan di hari ke-tujuh bulan Syawal.
Namun kini, syawalan mengalami pergeseran makna setelah popular dilakukan setiap kali lebaran. Swayalan semakin popular dan tidak hanya dilakukan oleh umat Islam, namun oleh masyarakat secara umum dalam ikatan keluarga, kesamaan profesi, lingkungan atau ikatan tertentu lainnya.
Seperti halnya yang dilakukan oleh warga dari RT 16, Sampangan, Mantup, Banguntapan, Yogyakarta. Swayalan dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi. Nah, sebenarnya ada beberapa makna yang terkandung dalam tradisi Syawalan yang sering kita temukan di tengah masyarakat.
1. Ajang Saling Memaafkan
Syawalan merupakan momen yang tepat untuk saling memaafkan. Meski tak harus selalu di bulan Syawal. Dengan saling berjabat tangan dan memaafkan secara tulus ikhlas, kesalahan kita terhadap sesama akan luntur dengan sendirinya.
2. Sarana Silaturahmi
Ketika bertemu dan saling memaafkan, silaturahmi dengan kerabat jauh maupun dekat akan semakin erat terjalin. Apalagi jika dikemas dengan suasana yang menarik dan kreatif, peluang untuk bertemu kenalan baru atau yang tetangga yang belum akrab akan terbuka lebar. Tentunya dengan harapan jalinan persaudaraan yang positif.
3. Berbagi Rizki
Tak hanya bersilaturahmi dan berbagi ketupat dengan kerabat, di ajang Syawalan, tetangga yang kurang mampu juga tak luput dari kegiatan berbagi ini. Di beberapa daerah di Jawa Timur, acara 'Kupatan' diadakan tersendiri di Masjid-masjid atau mushola dengan mengundang seluruh perwakilan warga dari berbagai kalangan. Kegiatan ini digelar pada hari ke tujuh bulan Syawal.
4. Bertukar Informasi dan Koordinasi
Dalam lingkup keluarga, seringkali momen Syawalan dijadikan media penyebaran informasi tentang berbagai hal termasuk peluang kerja yang mungkin saja dibutuhkan oleh kerabat yang sedang mencarinya. Dengan hubungan kekeluargaan, bisa saja ikatan kerja akan terbentuk melalui Syawalan.
